Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Musik dan Identitas

Musik merupakan sesuatu yang sangat disukai oleh kebanyakan orang. Pasalnya, musik senantiasa menemani kegiatan manusia, begitu juga dengan perkembangan teknologi rekaman dan alat-alat yang canggih menyebabkan semua orang dapat lebih mudah menikmati musik. Musik merupakan perilaku sosial yang komplek dan universal, di dalamnya memuat banyak ungkapan gagasan dan ide. Musik tidak hanya dipandang menjadi sebuah sarana hiburan dan rekreasi, lebih dari itu musik memiliki peran tersendiri dalam sebuah pendidikan, seperti dalam proses komunikasi menyuarakan pesan maupun kritik terhadap suatu hal dengan gaya bahasa yang dimiliki oleh musisi. Melalui musik, orang dapat menjelaskan maksud hati atau pengalaman jiwanya, selain itu musik juga dapat memengaruhi orang untuk menikmatinya. Dengan liriknya, musik dapat membawa suasana hati, baik dalam perasaan sedih maupun bahagia, bahkan dapat menimbulkan rasa puas. Sebagai  commodity listening , dalam perkembangannya musik (yang diyakini sebag...

Industrialisme dan Budaya Masa

Industrialisasi mengalami peningkatan pada skala perubahan hubungan antara budaya dengan sosial. Hal tersebut diperluas dengan melihat perubahan dramatis mengenai bagaimana manusia menjalankan hidupnya. Segala aspek mempengaruhi pola perubahan, termasuk pada pola konsumtif. Masyarakat memiliki keinginan untuk memenuhi kebutuhan sesuai tuntutan waktu. Untuk memenuhi hasrat konsumtif masyarakat, industri menyediakan pilihan-pilihan untuk dikonsumsi. Perubahan pada pola konsumtif masyarakat membentuk kebudayaan. Kebudayaan tersebut terikat pada industri massal masyarakat dan globalisasinya. Partisipasi budaya juga berperan dalam perubahan pola konsumtif, karena budaya menjadikannya lebih bervariasi. Pola konsumtif yang dibentuk oleh industrialisasi membawa masyarakat pada praktek-praktek komersial baru. Pola konsumtif berubah pada waktu yang berbeda dan untuk orang yang berbeda pula. Dalam perubahannya, dengan revolusi industri orang-orang mulai membeli barang di pasar dan mereka sebelu...

Agama dalam Perspektif Weber

Weber mengaitkan efek pemikiran agama dalam kegiatan ekonomi, hubungan antara stratifikasi sosial. Kemudian, ia menjelaskan dampak pemikiran agama puritan (protestan) yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sistem ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat yang ditopang oleh rasionalitas. Weber menunjukkan adanya keterkaitan doktrin agama dengan semangat kapitalisme. Etika protestan tumbuh subur di Eropa yang dikembangkan oleh seseorang yang bernama Calvin, saat itu muncul ajaran yang menyatakan seseorang pada intinya sudah ditakdirkan untuk masuk surga atau neraka, untuk mengetahui apakah ia masuk surga atau neraka dapat diukur melalui keberhasilan kerjanya di dunia. Ukuran sukses dunia juga merupakan ukuran bagi sukses di akhirat. Sehingga hal ini mendorong suatu semangat kerja yang tinggi di kalangan pengikut Calvinis. Ukuran sukses dan ukuran gagal bagi individu akan dilihat dengan ukuran yang tampak nyata dalam aktivitas sosial ekonominya. Rasionalisasi Weber memakai konsep rasi...

Pierre Bourdieu: Arena Reproduksi Kultural

Dalam upaya mencari relasi antara struktur obyektif yaitu kebudayaan [1]  dan agen yaitu individu, Pierre Bourdieu memproposisikan sebuah teori bagi analisis dialektik kehidupan praksis. [2]  Dua alat konseptual yang digunakan oleh Bourdieu adalah habitus dan arena yang ditopang oleh konsep tentang kekuatan simbolik, strategi dan perjuangan untuk mencapai kekuasaan simbolik dan material melalui beragam kapital yaitu ekonomi, budaya dan simbolik. Formula yang menurut Pierre Bourdieu non-linier menggantikan relasi yang sederhana antara individu dan struktur dengan relasi-relasi yang dikonstruksikan antara habitus dan arena   hingga tercapai: (Habitus x Kapital) + Arena = Praksis. ” Modal Bourdieu mengumpamakan kehidupan bagaikan sebuah  game,  permainan yang menggunakan ‘ modal ’ sebagai ‘duit’ modalnya. Seorang age n  atau pemain bisa memiliki dua modal, bisa juga hanya satu atau tidak sama sekali. Jali...

Mitos Kecantikan: Diskriminasi Produk Patriarki

Gambar
  Pada mulanya adalah konstruksi sosial. Apa yang didefinisikan sebagai cantik, modern, dan beradab ditentukan lewat konstruksi sosial. Kepentingan bisnis tentu saja turut menumpang di dalamnya. Siapa yang tidak tahu tentang kecantikan? Semua orang pasti tahu, terutama para perempuan yang selalu diidentikan dengan kata cantik. Sejak zaman dahulu, perempuan sudah dikonstruksikan sebagai makhluk yang cantik, identik dengan keindahan. Mes kipun kecantikan selalu dikaitkan dengan perempuan, namun laki-laki turut andil dalam merekonstruksi kecantikan. Konon, kecantikan dianggap sebagai anugerah terindah bagi perempuan. Karena, kecantikan seperti magnet yang mampu menarik perhatian banyak orang. Selain itu, banyak kisah yang menuturkan kecantikan sebagai penghancur laki-laki, keagungan dan kekuasaan laki-laki dapat jatuh di bawah kakinya. Tidak heran jika dalam mitologi kuno dilukiskan pengaruh seorang perempuan cantik yang mampu membuat laki-laki bersedia berkorban dan melakukan apa s...

Gerakan Keagamaan

Agama lahir untuk manciptakan manusia beradab. Agama sebagai sistem nilai tersebut memberi kejelasan kepada manusia tentang apa yang baik dan buruk, yang mendasari seluruh kegiatannya dalam menciptakan peradaban. Namun, perlu diperhatikan bahwa agama yang ada di bumi tidak hanya satu melainkan terdiri dari berbagai agama yang masing-masing mengklaim ajarannya paling benar. Pengklaiman semacam itu sebenarnya wajar dan menjadi hak penganutnya, akan tetapi jika tidak diletakan pada posisi yang proposional akan menimbulkan konflik. Apalagi jika sampai menafikan eksistensi agama lain. Agama sebagai pedoman dasar kehidupan umat manusia, maka seharusnya agama dapat menjadi tempat yang jauh dari persoalaan-persoalan rumit duniawi dan menjadi penyelamat bagi umatnya. Namun pada kenyataannya, banyak persoalan yang menyangkut keagamaan yang sebenarnya muncul bukan karena agama itu sendiri, melainkan muncul dari penganutnya. Penganut agama saat ini bukan lagi menjadi pengikut Tuhan mereka, m...

Reproduksi Perilaku Konsumsi

Gambar
  Prom Night   menjadi  acara yang sangat penting bagi remaja, karena inilah malam terakhir mereka sebagai pelajar dan inilah terakhir kalinya mereka dapat berkumpul bersama dalam sebuah ruangan. Setelah menempuh beberapa tahun bersama tentunya akan menyedihkan jika berpisah tanpa adanya sebuah acara. Itulah satu dari banyak alasan bagi para remaja untuk menghadiri  Prom Night . Sayangnya, acara perpisahan semacam ini lebih menonjolkan sisi konsumsi. Kegairahan konsumsi tidak begitu saja muncul, menurut pengamatan penulis, konsumsi muncul melalui proses adaptasi cara belajar menuju aktivitas konsumsi atau pengembangan suatu gaya hidup.   Proses Pembelajaran Konsumsi   Skema di atas menjelaskan bagaimana proses pembelajaran konsumsi berlangsung.  Pembelajaran ini dilakukan melalui media (majalah, koran, buku, televisi dan radio) yang banyak menekankan peningkatan diri, pengembangan diri, transformasi personal, bagaimana mengelola kepemili...