Harmoni yang Mengekang: Catatan tentang Ketimpangan Peran dalam Rumah Tangga
Sejak menikah dengan Rinto, Geni belajar bahwa ada banyak hal yang dianggap tidak perlu diperdebatkan. Di rumah mereka, Rinto memutuskan, Geni mengikuti. Aturan itu tidak tertulis dan tidak pernah terucap, tetapi semua tahu bagaimana cara kerjanya. Di awal, Geni tidak merasa keberatan karena mencintai Rinto. Ia percaya bahwa mencintai berarti menyesuaikan diri, dan menjaga harmoni lebih penting daripada membuktikan benar atau salah. Lagi pula, Rinto tidak pernah membentak, tidak memukul, dan tidak berselingkuh. Rinto hanya suka mengatur. Ya, bagi banyak orang, itu sudah cukup untuk disebut "baik". Ketika Geni ingin bekerja kembali setelah anak mereka mulai bersekolah, Rinto tidak langsung melarang. Ia hanya berkata sinis, "Buat apa? Uangku cukup." Kalimat itu terdengar seperti bentuk tanggung jawab. Namun di telinga Geni, terdengar seperti tembok yang tinggi. "Bukan soal uang, Mas," kata Geni waktu itu. "Aku ingin punya sesuatu untuk diriku sendiri...