Memaknai 'Kartini' dalam Kesederhanaan
Kalau ditanya bagaimana aku memaknai Hari Kartini (meski sebenarnya tidak ada yang bertanya) jawabanku sederhana. Sesederhana caraku merayakannya dalam keseharian. Bagiku, ini bukan tentang kebaya atau seremoni, melainkan tentang menghadirkan nilai-nilai Kartini secara konsisten dan apa adanya dalam cara hidupku. Semua itu hadir melalui pilihan-pilihan kecil yang sering dianggap sepele, padahal bermakna bagiku. Memang tidak mudah, tetapi yang utama adalah terus belajar tanpa merasa cukup. Aku membaca berbagai buku untuk mengisi kekosongan, mendengarkan kisah orang lain tanpa menyela, berdiskusi tentang hal-hal yang kusukai, dan menuangkan kegelisahan dari proses itu ke dalam tulisan. Inilah bentuk belajarku, bukan untuk mengejar gelar, melainkan untuk memahami hidup dengan lebih tenang. Aku tidak merasa harus menjadi hebat, tidak perlu menunggu posisi atau kekuasaan untuk berbuat baik, berani berpikir terbuka meski tumbuh di lingkungan yang kolot, dan berusaha selalu menghargai prose...