𝐎𝐭𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐚𝐧: 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐂𝐚𝐭𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐨𝐢𝐥𝐞𝐭
Setiap pukul 03.30 menjadi rutinitasku untuk buang air besar. Aku memang biasa bangun sepagi ini, bahkan sering kali lebih pagi, tanpa alarm. Di antara 10-15 menit duduk di toilet, rasanya seperti ada cacing-cacing kecil yang berlalu-lalang di otak, mengusik aliran oksigen dan menggelitik pikiranku. Aku tersenyum, mirip Dolores Umbridge, senyum palsu yang menyembunyikan kekejaman. Bagaimana tidak? Di toilet ini, ketika aku sedang membuang kotoran, aku teringat pada seseorang yang menampilkan diri sebagai sosok beriman. Ia berbicara tentang pengampunan setelah melakukan berbagai tindakan yang merugikan orang lain. Yang lebih ganjil lagi, pengikutnya yang mengetahui persoalan tersebut memilih menutup mata dan tetap mengamininya atas nama agama. Aku pikir, bagaimana "kepercayaan" bisa membuat manusia menjadi begitu bodoh, bahkan ketika dihadapkan dengan fakta, mereka memilih menjadi buta? ... Aku mengejan, seperti sedang berusaha mengeluarkan sesuatu yang sangat besar. B...