Postingan

KEPENTINGAN POLITIK DALAM PERDA BERBASIS SYARIAT ISLAM

Peraturan Daerah (Perda) berbasis syariat Islam, itulah yang menjadi perdebatan di kalangan masyarakat, ada yang mendukung, tapi tak sedikit yang menolak penerapan Perda tersebut. Maraknya penerapan Perda itu di tingkat pemerintah lokal, baik provinsi maupun kabupaten, tampaknya didorong oleh program desentralisasi atau otonomi daerah yang merupakan salah satu bagian dari proses demokratisasi pasca orde baru. Kondisi ini makin meningkat terutama sejak provinsi Aceh mendapatkan otonomi khusus melalui serangkaian peraturan perundang-undangan nasional untuk memberlakukan secara formal sejumlah ketentuan syariat Islam di wilayahnya. [1]  Apa yang terjadi di Aceh mewabah ke beberapa daerah yang memiliki tradisi dan kesejarahan Darul Islam yang cukup kuat, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Meski mendapat banyak penolakan, namun Perda berbasis syariat Islam tetap diterapkan. Bahkan pemerintah pusat pun cenderung ambigu dalam kasus ini, mereka menjadi  safety player  dal...

Siapakah Manusia Indonesia?

Siapakah manusia Indonesia? Pertanyaan itulah yang mengawali esai karya Robertus Robet yang berjudul Gagasan Manusia Indonesia dan Politik Kewargaan Indonesia Kontemporer. Dari pertanyaan tersebut lahir pembahasan lebih dalam tentang identitas manusia Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Mochtar Lubis mengemukakan ciri kultural manusia Indonesia; manusia Indonesia enggan bertanggung jawab, berjiwa feodal, suka takhayul, artistik dan berwatak lemah. Menurut Robertus Robet, ciri yang disebutkan Mochtar Lubis menyiratkan bahwa manusia Indonesia memiliki karakter psikologis dan antropologis yang lebih banyak buruknya daripada baiknya. Lebih jauh lagi, Robert mengemukakan bahwa kritik Mochtar Lubis tentang manusia Indonesia merupakan kritik modernis terhadap realitas empirik dari konstruksi Manusia Pancasila Orde Baru. Identitas dan kewargaan bukanlah kategori yang tetap dan stabil. Keduanya dibentuk melalui kontestasi serta relasi kuasa yang senantiasa berubah mengikuti dinamik...

Agama di Ruang Publik Indonesia: Etika Politik dan Bahaya Politisasi

Berbagai kajian ilmiah kontemporer menunjukkan bahwa agama tidak lagi dipahami semata sebagai wilayah privat yang mengatur relasi manusia dengan Tuhan, melainkan juga sebagai fenomena sosial yang berkelindan erat dengan struktur budaya, ekonomi, dan politik. Kajian Stark dan Glock, misalnya, memetakan keberagamaan ke dalam sejumlah dimensi—keyakinan, praktik, pengalaman, pengetahuan, dan konsekuensi—yang menegaskan bahwa agama hadir secara nyata dalam kehidupan sosial. Sementara itu, Geertz memandang agama sebagai sistem simbol yang membentuk kerangka makna dan cara pandang manusia terhadap realitas sosial. Pandangan ini diperkuat oleh pemikiran Durkheim dan Weber yang sama-sama menempatkan agama sebagai kekuatan penting dalam membangun solidaritas sosial sekaligus memengaruhi tindakan dan orientasi sosial manusia. Bertolak dari kerangka teoretis tersebut, relasi agama dan politik di Indonesia menjadi menarik sekaligus problematis untuk dikaji. Dalam konteks demokrasi elektoral, aga...

Pendidikan Berorientasi Nilai: Penyalahgunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)

  Pendidikan sering dikatakan sebagai aset yang sangat berharga. Karena, pendidikan diyakini sebagai tombak untuk memberantas kebodohan. Untuk itu, pendidikan tetap bertahan hingga saat ini. Namun, muncul pula anggapan yang sangat kontras, tak jarang masyarakat yang menyatakan pendidikan adalah barang mahal dan mewah, tak semua penduduk Indonesia bisa menikmati barang mewah tersebut. Anggapan negatif tersebut muncul karena pendidikan telah melenceng jauh dari cita-cita idealnya sebagai wahana pembebasan dan pemberdayaan. Sekolah merupakan salah satu institusi pendidikan yang sangat berperan besar dalam pencapaian cita-cita pendidikan. Namun sayangnya, sekolah hanya dijadikan institusionalisasi nilai. Salah satu bukti nyata adalah dengan diberlakukannya penggunaan Lembar kerja siswa (LKS) di sekolah. LKS adalah bagian pokok dari suatu modul yang berisi tujuan umum topik yang dibahas dan disertai soal latihan atau instruksi praktik bagi siswa. LKS digunakan untuk menunt...

Freeport dan Perempuan Timika

Tragedi di Timika bukan hanya sebuah drama perebutan sumber daya alam (SDA) biasa. Masuknya PT Freeport Indonesia membawa malapetaka yang berkepanjangan bagi masyarakat Timika. Pasalnya, terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap SDA dan masyarakatnya. Alhasil, perusakan alam pun tidak dapat dihindari. Hal itu berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat, khususnya perempuan di wilayah tersebut. Rusaknya alam dan pencemaran manyebabkan penduduk sulit mendapatkan air bersih dan sumber makanan. Situasi ini membuat perempuan harus bekerja labih ekstra untuk dapat memperoleh bahan-bahan makanan. Mangapa harus perempuan? Karena, perempuan lekat dengan citra dapur, sumur, dan kasur. Jadi, mau tidak mau perempuan mengemban tugas tersebut. Apalagi secara tradisi posisi laki-laki di Timika lebih kuat dibandingkan perempuan, karena sistem kekerabatan di sana menggunakan sistem patrilineal. Selain itu, pimpinan-pimpinan suku asli adalah laki-laki. Perempuan tidak diperkenankan ada dalam pusaran wi...

Reproduksi Prom Night

Gambar
  Prom Night  merupakan salah satu acara formal dalam kehidupan remaja  yang terus direproduksi. Reproduksi ini tidak terlepas dari kepentingan masing-masing agen. Dalam hal ini, peran media menjadi sangat penting, karena medialah yang memperkenalkan  Prom Night  pada remaja dan membawanya masuk ke dalam sekolah. Reproduksi Prom Night Skema di atas menjelaskan bagaimana  Prom Night  dapat masuk ke sekolah dan direproduksi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa  Prom Night  berasal dari Amerika. Di negara tersebut  Prom Night  telah menjadi budaya. Awalnya  Prom Night  hanya terkenal di kalangan bawah (buruh) Amerika sebagai ajang perjodohan. Kini, berkat media,  Prom Night  menjelma menjadi acara yang digandrungi remaja semua kalangan. Strategi yang dilakukan media adalah mengadopsi  Prom Night  ke dalam film. Setelah sukses dengan film-filmnya,  Prom Night  mulai disebar...

PENDIDIKAN DALAM MENGUPAYAKAN MOBILITAS SOSIAL

  Pada hakekatnya pendidikan merupakan sarana penghubung yang mengantarkan peserta didik menuju pada kesadaran sosial yang lebih tinggi dari sebelum seseorang mengenyam pendidikan. Namun dalam perjalanannya, pendidikan kerap dijadikan pemisah peserta didik dari kehidupan sosialnya. Hal ini terjadi karena pendidikan yang diberikan bukan lagi berbasis akan realitas masyarakat. Akan tetapi lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar. Sehingga setelah mengenyam pendidikan, peserta didik tidak peka terhadap realita sosial yang ada di sekitarnya, justru mereka akan menghilang dari realitas sosial. Orientasi pendidikan tampaknya harus dirubah, agar pendidikan dapat memainkan perannya sebagai motor penggerak mobilitas sosial. Sebab, pendidikan sebagai pembentuk intelektual peserta didiknya merupakan faktor yang sangat penting dalam perubahan yang terjadi di masyarakat. Bahkan boleh dikatakan, perubahan dalam masyarakat tergantung pada pendidikan seperti apa yang dikonsumsi oleh pes...