Film Horor: Media Sosialisasi Nilai-nilai Misoginis
Film masuk ke dalam jajaran seni yang ditopang oleh industri hiburan menawarkan impian pada penonton yang ikut menunjang lahirnya karya-karya dalam dunia perfilman. Film sering disebut sebagai sarana hiburan dan rekreasi masyarakat yang relatif murah. Film ditayangkan di bioskop dengan harga tiket yang variatif, film juga dapat dinikmati di televisi. Hal ini memungkinkan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya. Oleh karena itu, saat ini film semakin diakui sebagai kebutuhan manusia. Film merupakan manifestasi perkembangan kehidupan budaya masyarakat pada masanya. Dari zaman ke zaman, film mengalami perkembangan baik dari segi teknologi yang digunakan maupun tema yang diangkat. Hal ini disebabkan karena film berkembang sejalan dengan unsur-unsur budaya masyarakat yang melatarbelakanginya, termasuk di dalamnya adalah perkembangan bahasa. Film tidak dapat terlepas dari kondisi sosial budaya masyarakat yang melatarbelakangi pembuatan film tersebut. Dengan kata lain...