Postingan

Perilaku Agresif Remaja dalam Perspektif Psikologi Sosial

Akhir-akhir ini muncul berbagai berita yang berkaitan dengan perkelahian apalagi sampai berujung pada tindak kekerasan. Maraknya tingkah laku agresif kelompok remaja kota merupakan sebuah fenomena yang menarik untuk dibahas. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya masih remaja merugikan berbagai pihk, dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dari masalah ini, atau setidaknya mengurangi. Jakmania sebutan bagi suporter klub sepak bola Persija Jakarta, terlibat dalam aksi pembakaran sejumlah mobil dan membuat ulah lain yang sangat mengganggu keamanan setelah selesai pertandingan grand final Persija melawan Persipura Papua di mana Persija Jakarta pada waktu itu kalah. Masalah yang lebih menarik lagi adalah para pelajar SLTA di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia sering tawuran dan seolah-olah bangga dengan perilakunya tersebut. Tidak hanya pelajar tingkat sekolah menengah saja yang terlibat tawuran, mahasiswa juga sering terlibat tawuran dengan sesama rekannya. Perkemba...

Adakah Pemenang Sejati?

Gambar
Judul: The Winner Stands Alone Penulis: Paulo Coelho “A diamond is the supreme manifestation of human vanity.” Novel ini menceritakan tentang seorang kaya raya asal Rusia bernama Igor. Ia percaya bahwa dengan membunuh ia bisa mendapatkan kembali mantan istrinya yang telah menjadi istri seorang tokoh terkemuka di bidang fashion designer. Igor seorang pria yang berkemauan keras dan berambisi, yang kemudian menjadi seorang pembunuh berantai. Sebagai mantan tentara Rusia yang terlatih, sangatlah mudah baginya untuk membunuh korbannya secara cepat dan tepat, bahkan tanpa menggunakan senjata. Dengan adanya pembunuhan berantai yang misterius, maka mantan istrinya akan segera mengetahui siapa di balik pembunuhan tersebut dan memahami bahwa mantan suaminya itu menginginkan agar ia kembali ke sisinya. Pembaca juga disuguhi cerita di balik layar Festival Film Cannes yang notabene tidak jauh dari kehidupan para artis, model, sutradara, dan semua orang yang terlibat dalam ind...

Ketimpangan Akses Pendidikan dan Reproduksi Kemiskinan di Indonesia

Kompetisi dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi serta perubahan kebutuhan yang berlangsung cepat merupakan konsekuensi dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi ini menuntut tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas agar mampu beradaptasi dan bersaing secara global. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal pemerataan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, menjadi sebuah keharusan. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa di masa depan sekaligus bekal strategis dalam menghadapi era global yang sarat dengan persaingan. Dengan demikian, pendidikan tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan sekunder, melainkan sebagai syarat mutlak bagi suatu bangsa untuk memenangkan kompetisi global. Pendidikan telah menjadi faktor determinan yang memengaruhi daya saing, produktivitas, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Berdasarkan latar belakang tersebut, pembangunan pendidikan seharusnya ditempatkan sebagai s...

Menyontek sebagai Akar Budaya Korupsi

Tuntutan hidup mendorong manusia berlomba-lomba mencari harta. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika harta menjadi sesuatu yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Berbagai cara pun ditempuh untuk memperolehnya, baik secara sportif maupun curang. Setiap individu memiliki definisi masing-masing tentang harta berdasarkan apa yang dianggap paling penting. Bagi peserta didik, harta dapat berupa nilai; sementara bagi koruptor, harta identik dengan uang. Ironisnya, cara-cara curang tersebut seakan telah membudaya dan dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan lumrah. Salah satu bentuk kecurangan yang sering dianggap wajar adalah menyontek. Tidak sedikit orang yang menyebut menyontek sebagai “budaya” di Indonesia. Praktik ini terjadi di berbagai tingkat dan bidang, mulai dari ujian sekolah, ujian nasional, seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS), plagiarisme di perguruan tinggi, hingga peniruan budaya antarnegara yang masih hangat diperbincangkan di berbagai media. Memang, manusia memiliki kecende...

Komersialisasi Pendidikan

  Pendidikan sebagai alat untuk mencerdaskan manusia sehingga mampu membebaskan dirinya dari segala bntuk penindasan, itulah hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Sungguh mulia. Namun, mengapa pendidikan saat ini sulit dijamah mereka yang termiskinkan oleh sistem kapitalisme yang bertopeng neoliberalisme?! Pendidikan yang katanya merupakan hak setiap warganegara, seharusnya dapat dijamah oleh semua lapisan. Lantas, mengapa pemerintah justru mempersulit akses untuk memperoleh pendidikan bagi kaum menengah ke bawah ya?! Uuuhhhh…, TRAGISSS!!! Ide privatisasi kemudian muncul sebagai jalan untuk menuntaskan permasalahan pendidikan di Indonesia. Ide ini merupakan agenda besar pemerintah. Sebenarnya, privatisasi pendidikan hanyalah sebuah alasan pemerintah untuk melepaskan negara dari tanggung jawab guna memenuhi kebutuhan dasar warga negaranya akan pendidikan. Biaya pendidikan yang semakin mahal adalah salah satu dampak nyata dari privatisasi pendidik...

Feminisme dan Mereka yang Masih Terpasung

Siapa yang berani mengakui secara terbuka bahwa dirinya adalah seorang penganut feminisme? Pasti tidak banyak yang berani mangakuinya. Pasalnya, feminisme cenderung dipandang negatif, dan para feminis dianggap membenci laki-laki, kebarat-baratan, individualistis, bahkan tak jarang yang menganggap feminis itu anti agama. Apa sih sesungguhnya feminisme? Mengapa para feminis digambarkan sebagai tokoh yang demikian negatif? Feminisme muncul dari kesadaran akan ketidakadilan terhadap perempuan yang telah berlangsung lama. Sesungguhnya, perempuan telah melakukan berbagai bentuk perjuangan untuk membebaskan diri dari ketidakadilan tersebut jauh sebelum istilah feminisme dikenal. Istilah ini mulai disosialisasikan oleh majalah Century pada tahun 1914, meskipun sejak dekade 1910-an kata feminisme—yang berakar dari bahasa Prancis—telah kerap digunakan. Di Prancis sendiri, istilah feminisme pertama kali dipakai pada tahun 1880-an. Hingga kini, feminisme masih kerap disalahartikan dan dipanda...

Reduksi Makna Ruang Publik: Studi Kasus Taman Monas

Taman Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu hutan kota yang dirancang sebagai taman dengan tata lanskap yang menarik dan dilengkapi beragam fasilitas pendukung. Sebagai ruang terbuka hijau (RTH), Taman Monas dapat dikatakan sebagai yang paling dikenal dan ramai dikunjungi. Tingginya jumlah pengunjung tidak terlepas dari keberadaan Monas sebagai ikon Kota Jakarta sekaligus daya tarik taman yang indah dan luas. Oleh karena itu, kawasan ini kerap menjadi tujuan rekreasi utama bagi wisatawan dari luar Jakarta. Taman Monas dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Salah satu moda transportasi yang tersedia adalah TransJakarta. Pengunjung dapat berangkat dari Halte Harmoni dengan bus jurusan Blok M dan membayar tarif Rp3.500. Penumpang kemudian turun di Halte Monumen Nasional, yang merupakan halte pertama setelah Harmoni. Dari halte tersebut, Tugu Monas sudah tampak jelas. Di sekitar halte, biasanya tersedia delman yang menawarkan jasa antar menuju pin...