Sekilas Tentang Prom Night (2)
Selesai UN tidak sedikit
sekolah yang mengadakan acara perpisahan. Acara ini merupakan momen yang paling
ditunggu para siswa, apalagi kalau lulus SMA. Acara tersebut bertujuan untuk
melepas siswa kelas XII yang selama tiga tahun
mengikuti kegiatan pendidikan. Selain itu, acara perpisahan sekolah merupakan
ajang mengenang kembali kegiatan ketika masih SMA sekaligus menambah keakraban
sesama kawan sekolah.
Perpisahan sekolah biasanya
diselenggarakan dalam bentuk pesta. Sampai saat ini pesta perpisahan sekolah
masih sering dilakukan, bahkan menjadi hal yang wajib bagi setiap sekolah.
Acara ini menjadi spesial karena di dalamnya semua warga sekolah berkumpul
untuk merayakan kelulusan sekaligus perpisahan.
Pesta perpisahan
diselenggarakan dengan konsep yang beragam, mulai dari yang sederhana hingga
yang mewah. Namun, saat ini acara perpisahan lebih sering diselenggarakan
secara mewah, khususnya di Jakarta. Perubahan konsep acara dari yang sederhana[1] menjadi
mewah[2] pun
diterima dengan baik oleh sebagian besar siswa. Biasanya enam bulan sebelum
acara berlangsung mereka sudah mempersiapkan acara tersebut.
Semakin berkembangnya acara
perpisahan dengan konsep mewah, para siswa semakin berlomba-lomba untuk
merancang acara sesempurna mungkin, seolah acara merekalah yang paling mewah
dan berkesan. Acara perpisahan memang sengaja dibentuk sedemikian rupa supaya
meninggalkan kesan yang mendalam bagi para tamu. Merancang sesuatu yang
berkesan tentu saja menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya. Seperti apa
yang banyak dilakukan para pelajar saat ini, mereka rela berkorban banyak hal
demi mewujudkan acara perpisahan yang mereka sebut sebagai Prom Night.
Dalam acara tersebut, para
siswa akan berlomba-lomba menjadi yang tercantik dan tertampan. Fashion menjadi
hal terpenting dalam acara ini, karena fashion dipercaya dapat
“berucap” banyak tentang identitas pemakainya. Fashion yang
merupakan bagian dari gaya sudah menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan oleh
para remaja, sehingga mereka tidak merasa rugi mengeluarkan banyak modal untuk
menjadi sosok yang fashionable.
Dalam acara Prom Night, siswa
berkesempatan untuk tampil segaya mungkin dengan fashion yang
sedang tren di hadapan teman-teman sekolah yang selama ini melihat mereka
sebagai pelajar yang selalu menggunakan seragam. Maka tak heran,
jika Prom Night menjadi penting di kalangan mereka, karena
acara ini tidak sekedar acara perpisahan, melainkan suatu ruang
sosial untuk menunjukan eksistensi diri. Lebih dari
itu, Prom Night juga dianggap sebagai suatu ajang yang
menandakan masa peralihan, dari masa remaja menuju dewasa.
Dengan mengatasnamakan
perpisahan, Prom Night pun terselenggara. Meski mengeluarkan
banyak biaya, namun kebanyakan siswa merasa puas jika mereka mampu
menyelenggarakan Prom Night. Semakin mewah acaranya, semakin mereka
merasa puas. Pasalnya, Prom Night menjadi gengsi tersendiri di
kalangan pelajar. Setelah mereka lulus dan masuk perguruan tinggi, Prom
Night menjadi perbincangan yang hangat. Masing-masing dari mereka akan
membicarakan pengalaman Prom Night di SMA. Gengsi
tersebut terbentuk manakala Prom Night telah dianggap menjadi
sesuatu yang penting dan memiliki nilai yang tinggi. Prom Night telah
dikonstruksi sebagai acara berkelas yang dibentuk menurut selera[3] kelas
atas.
Maka dari itu, kini Prom
Night menjadi acara rutin tahunan di
beberapa sekolah di Indonesia. Dari tahun ke tahun konsepnya selalu
diperbaharui, dari klasik sampai modern, hal ini disesuaikan dengan
perkembangan selera remaja yang kebanyakan dibentuk oleh media.
Penyebaran Prom Night pun tidak
terlepas dari peran media. Dalam media, Prom Night disajikan
dengan kemasan yang menarik, misalnya disajikan dalam
Film. Film merupakan media yang banyak digandrungi, peminatnya pun tidak
memiliki batasan umur.
Selain film, majalah menjadi
pilihan menarik lainnya bagi para remaja. Majalah merekomendasikan Prom
Night sebagai acara yang wajib bagi para remaja. Menjelang akhir tahun
ajaran, kebanyakan majalah menyajikan ulasan tentang Prom Night,
yang biasanya dikemas dalam rubrik tips.
Tidak hanya majalah dan
film, dengan mengakses internet remaja pun dapat menggali informasi
tentang Prom Night. Bahkan, banyak pula novel yang menceritakan
tentang Prom Night. Melihat latar belakang tersebut, rasanya hal
yang wajar jika Prom Night mampu berkembang hingga saat
ini.
Melalui media-media
tersebut Prom Night dapat masuk ke sekolah. Dalam hal ini
media menjadi ajang tempat gaya hidup disebarkan ke wilayah-wilayah yang
menjadi sasaran bidik para industriawan media, seperti sekolah. Peneliti mengamati,
kini sekolah telah berubah menjadi ajang pementasan gaya hidup yang
sedikit-banyak sudah terkomersialkan.
Sebut saja Prom Night,
di Amerika acara ini telah menjadi ruang pertunjukan gaya
hidup di kalangan remaja. Dalam acara ini mereka akan menghabiskan biaya demi
tampil sempurna, bukan untuk menerima predikat siswa paling berprestasi, tapi
untuk menjadi Prom King and Queen. Di
Indonesia sendiri tidak jauh berbeda, dalam Prom Night para
siswa dapat secara bebas menunjukan eksistensi mereka sebagai remaja.
[1] Pesta
perpisahan yang sederhana biasanya dilakukan di gedung sekolah, tidak menyewa
gedung lain. Pakaiannya pun tradisional, kebaya untuk perempuan dan kemeja
untuk laki-laki.. Rangkaian acaranya pun terbilang biasa, seperti
sambutan-sambutan, dimeriahkan oleh hiburan dari siswa (band, award,
drama dan pembacaan puisi), tanpa mengundang bintang tamu (artis), kemudian
makan bersama, saling bermaafan dan ditutup dengan doa bersama.
[2] Pesta
perpisahan dengan konsep mewah biasanya dilakukan di gedung luar sekolah,
seperti hotel bintang lima (berskala internasional) dengan dekorasi yang
eksklusif. Untuk acara ini ditentukan dresscode-nya, namun pada
umumnya perempuan memakai gaun dan laki-laki memakai tuksedo. Kebanyakan tamu
yang hadir pun membawa kendaraan pribadi, seperti mobil. Rangkaian acaranya pun
terbilang modern dan beragam, seperti pemutaran video, musik (biasanya menampilkan
artis ternama), tukar gelang (simbol persahabatan). Dalam acara ini, makan dan
doa bersama bukanlah kegiatan utama. Karena, pesta perpisahan dengan konsep ini
lebih condong pada acara hiburan semata. Sehingga acara semacam ini sangat
kental dengan kegiatan konsumsi.
[3] Selera
merupakan kemampuan praktis untuk meraba atau naluri tentang apa yang akan
terjadi, yang akan menimpa individu yang menduduki suatu posisi tertentu dalam
ruang sosial.
~ Trisna Ari
Ayumika