𝐈𝐧𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢, 𝐇𝐢𝐞𝐫𝐚𝐫𝐤𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐥𝐨𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐊𝐨𝐧𝐟𝐥𝐢𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐥𝐮𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐉𝐚𝐰𝐚
𝑲𝒂𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 , 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑱𝒂𝒘𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒊𝒎𝒑𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒌𝒂 . 𝑨𝒑𝒂 𝒊𝒚𝒂𝒂𝒂 ? Pembentukan kepribadian dalam keluarga Jawa dapat dipahami sebagai proses sosial melalui internalisasi nilai, norma, dan pola hubungan sejak masa kanak-kanak. Nilai 𝑤𝑒𝑑𝑖 , 𝑖𝑠𝑖𝑛 , sungkan, hormat, dan rukun tidak hanya menjadi pedoman etika, tetapi juga mengatur cara individu menempatkan diri dalam hubungan sosial. Anak dibiasakan memahami kapan harus takut, malu, menahan diri, menghormati orang lain, serta menghindari pertentangan terbuka. Dengan demikian, keluarga menjadi ruang awal bagi individu untuk mempelajari dan mengalami tata hubungan sosial. Proses tersebut bekerja sebagai mekanisme kontrol sosial melalui pembiasaan sopan santun, kepatuhan, arahan, koreksi, dan teguran. Pada awalnya kontrol bersifat eksternal karena orang tua mengarahkan perilaku anak. Seiring waktu kontrol tersebut terinternalisasi, sehingga anak mulai mengawasi perilakunya sendiri berdasarkan pe...