Hidup Tanpa Diri
Semakin besar kebebasan dan individualitas, semakin besar juga rasa keterasingan. Ketika manusia bebas (secara liar) menentukan sendiri hidupnya, seiring itu pula mereka merasa terputus dari manusia lainnya. Kemudian mereka mulai mencari cara untuk saling terhubung dengan sesuatu yang lebih kuat dari dirinya, sebab mereka tidak tahan dengan keterasingan. Manusia akan merasa aman jika menjadi bagian dari sesuatu yang ‘lebih’, walau harus mengorbankan jati diri. Ini seperti ‘otoritarianisme’ yaitu kecenderungan ‘menyerahkan diri’ pada seseorang atau sesuatu di luar dirinya, untuk memperoleh rasa aman, kekuatan dan identitas yang dirasa tidak dimilikinya. Erich Fromm menyebut ini sebagai bentuk keterhubungan yang bersifat simbiotik, hubungan antara ‘yang dominan’ dan ‘yang tunduk’. Akhirnya, hubungan antar manusia satu dengan lainnya seperti hubungan robot-robot terasing. Mereka menjadi mekanis, mereaksi sesuatu persis seperti yang direncanakan, menuruti kemauan pihak lain, dan saling...