Cerita Tentang Anugerah, Komitmen, dan Kebebasan Diri
Aku duduk di batang pohon kecapi, bernyanyi sambil mengayunkan kaki. Memandang ke sekeliling hutan. Menyaksikan para peri hutan bergiat pagi untuk menjaga kesimbangan dan keindahan tempat ini. Bagaimana aku bisa naik ke pohon ini? Tentu saja dengan bantuan Tinkerbell. Bukan dengan serbuk peri. Sebagai peri pencipta, ia benar-benar tidak menyia-nyiakan bakatnya. ia membuatkan tangga supaya aku bisa naik kapan pun. Uniknya, tangga ini bukan terbuat dari kayu, besi atau batu. Ini terbuat dari “anugrah peri”. Kalian pernah mendengarnya? Setiap kelahiran Putri Tuhan, para peri akan berkumpul untuk meniupkan anugerahnya pada sang bayi. Misalnya peri perburuan, Arthemis, menganugerahkan kebebasan. Lalu Athena, peri kebijaksanaan, menganugerahkan ketangguhan. Kelimpahan diberikan padaku oleh Demeter, peri pemurah. Keabadian yang kumiliki merupakan anugerah dari Aphrodite, sang peri cinta. Hestia, peri kebatinan, menganugerahkan kekuatan spiritual. Oleh Hera, peri kesetiaan, aku dianugerahi...