Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Reproduksi Perilaku Konsumsi

Gambar
  Prom Night   menjadi  acara yang sangat penting bagi remaja, karena inilah malam terakhir mereka sebagai pelajar dan inilah terakhir kalinya mereka dapat berkumpul bersama dalam sebuah ruangan. Setelah menempuh beberapa tahun bersama tentunya akan menyedihkan jika berpisah tanpa adanya sebuah acara. Itulah satu dari banyak alasan bagi para remaja untuk menghadiri  Prom Night . Sayangnya, acara perpisahan semacam ini lebih menonjolkan sisi konsumsi. Kegairahan konsumsi tidak begitu saja muncul, menurut pengamatan penulis, konsumsi muncul melalui proses adaptasi cara belajar menuju aktivitas konsumsi atau pengembangan suatu gaya hidup.   Proses Pembelajaran Konsumsi   Skema di atas menjelaskan bagaimana proses pembelajaran konsumsi berlangsung.  Pembelajaran ini dilakukan melalui media (majalah, koran, buku, televisi dan radio) yang banyak menekankan peningkatan diri, pengembangan diri, transformasi personal, bagaimana mengelola kepemili...

Prom Night dan Budaya Pop

  Budaya Barat jelas mengesankan bagi masyarakat Indonesia, ini terbukti dari peniruan-peniruan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap gaya hidup, tata nilai, dan bahkan pemikiran-pemikiran Barat. Meski terjadi usaha resistensi dan perimbangan terhadap fenomena ini, namun imbalan-imbalan sesaat budaya kosmopolis Barat terlalu memesona untuk disingkirkan. Sebenarnya, pesona Barat sudah bergaung sejak zaman kolonialisme Belanda. Namun, objek keterpesonaan masyarakat tidak pada “fisik”, pesona Barat saat itu terletak pada kebebasan dan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini jelas terlihat perbedaan antara pesona Barat di zaman kolonial dengan pesona Barat kontemporer. Saat ini, hal-hal yang berbau Barat (makanan,  fashion , arsitektur, musik, film dan sebagainya) telah menjadi kiblat. Sejalan dengan itu, media turut memperbesar gairah masyarakat untuk menjadi bagian dari pemuja Barat. Dalam konteks Indonesia, sistem kapitalisme Orde Baru (Orba) dalam industri media secara umum t...

Dinamika Kebijakan Program KB

  Ada banyak persepsi masyarakat mengenai program Keluarga Berencana (KB) yang mulai disosialisasikan sejak era kepemimpinan Soeharto. Berbagai pandangan ini tidak dapat digeneralisir memiliki persamaan berdasarkan latar belakang kelas sosial maupun status generasi. Misalnya, masyarakat kelas sosial menengah ke bawah dari generasi tua relatif tidak menggunakan KB karena memiliki pola pikir “banyak anak, banyak rezeki”. Sedangkan masyarakat kelas menengah ke atas dari generasi muda sangat menjunjung tinggi program catur keluarga ini. Ada pula persepsi yang muncul berdasarkan penafsiran agama tertentu serta perbedaan pola pikir masyarakat desa yang tradisional dan masyarakat kota yang relatif  modern. Golongan muslim tertentu meyakini bahwa KB melanggar nilai-nilai agama, sedangkan masyarakat desa yang tradisional masih dianggap memiliki pandangan bahwa anak akan membawa berkah yang melimpah, sebabnya dengan memiliki banyak anak maka rezeki pun akan membanjiri mereka, tanpa me...

Gaya Hidup

  Bila membahas mengenai masyarakat perkotaan tidak bisa terlepas dari media massa, teknologi, dan segala sesuatu yang kebarat-baratan, yang menjadi tren gaya hidup modern. Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang pluralistik, sehingga penduduknya dapat dikelompo k kan dalam berbagai strata. Setiap strata, hingga batas tertentu, terdiri dari sejumlah individu yang memiliki sikap, pola tindakan dan gaya hidup yang sama. A.B. Susanto menyatakan bahwa “media massa berpengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat perkotaan masa kini, karena media massa turut menentukan tren, dengan menampilkan  trend setters  maupun menampilkan unsur-unsur gaya hidup yang sedang  ngetren .” [1] Pada umumnya gaya hidup diartikan sebagai karakteristik seseorang yang berkaitan dengan pola penggunaan waktu, uang, ruang, dan objek-objek yang berkaitan dengan semuanya. Misalnya cara berbicara, cara makan, cara berpakaian, kebiasaan di kantor, kebiasaan berbelanja, kebiasaan di r...

Prom Night dan Film

  Seolah menjadi kewajiban,  sebagian besar  siswa SMA  rutin  menyelenggarakan  Prom Night . Bagi mereka,  Prom Night  merupakan bagian dari budaya, sehingga mereka merasa wajib untuk menyelenggarakannya, meski demikian, di mata mereka acara tersebut hanyalah acara perpisahan biasa yang dikemas dengan konsep mewah. Pentingnya  Prom Night  bagi remaja juga tergambar dalam  f ilm berjudul  Prom  yang disutradarai oleh Joe Nussbaum. Film ini menceritakan tentang sebuah malam yang menyatukan segala jenis karakter siswa dari yang cantik, tampan, populer, pemalu, atlet, bahkan yang  freak  sekalipun, itulah  Prom Night . Cerita berawal dari perjuangan seorang gadis yang menjabat sebagai Ketua Panitia  Prom , bernama Nova, dalam mempersiapkan ulang acara  Prom  karena semua dekorasi  Prom  terbakar di gudang sekolah. Dalam pengerjaannya ia ditinggalkan oleh pan...

Sekilas Tentang Prom Night (2)

  Selesai UN tidak sedikit sekolah yang mengadakan acara perpisahan. Acara ini merupakan momen yang paling ditunggu para siswa, apalagi kalau lulus SMA. Acara tersebut bertujuan untuk melepas siswa kelas XII yang selama  tiga  tahun mengikuti kegiatan pendidikan. Selain itu, acara perpisahan sekolah merupakan ajang mengenang kembali kegiatan ketika masih SMA sekaligus menambah keakraban sesama kawan sekolah. Perpisahan sekolah biasanya diselenggarakan dalam bentuk pesta. Sampai saat ini pesta perpisahan sekolah masih sering dilakukan, bahkan menjadi hal yang wajib bagi setiap sekolah. Acara ini menjadi spesial karena di dalamnya semua warga sekolah berkumpul untuk merayakan kelulusan sekaligus perpisahan. Pesta perpisahan diselenggarakan dengan konsep yang beragam, mulai dari yang sederhana hingga yang mewah. Namun, saat ini acara perpisahan lebih sering diselenggarakan secara mewah, khususnya di Jakarta. Perubahan konsep acara dari yang sederhana [1]  menjadi me...

Sekilas tentang Prom Night (1)

  Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan selalu berkembang dan selalu dihadapkan pada perubahan zaman. Untuk itu, mau tak mau pendidikan harus didesain mengikuti irama perubahan tersebut supaya tidak tertinggal dengan lajunya perkembangan zaman itu sendiri. Namun, usaha tersebut seringkali disalahartikan. Kini kebanyakan sekolah mewujudkan usaha tersebut dengan cara mengikuti permintaan siswa, seolah sekolah merupakan swalayan yang menyediakan apapun yang siswa inginkan. Model pendidikan seperti itu akan menghasilkan manusia yang hanya siap memenuhi kebutuhan zaman, bukannya bersikap kritis terhadap zaman. Manusia sebagai objek (yang adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan fenomena yang justru bertolak belakang dengan visi humanisasi, menyebabkan manusia tercabut dari akar-akar budayanya. Seperti yang terlihat saat ini, di mana para remaja mengagumi hal-hal yang berbau Barat. Hal ini dapat...

Sekolah (?)

Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada manusia yang tidak menggunakan pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas hidup. Pendidikan dibutuhkan demi menunjang peran individu di masa mendatang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki hubungan yang signifikan dengan kemajuan bangsa tersebut di masa mendatang. Dengan demikian, pendidikan dapat dikatakan sebagai sarana terbaik untuk menciptakan suatu generasi yang berkualitas. Untuk dapat mewujudkan pendidikan dan masa depan yang diinginkan, tidak sedikit orang tua yang memasuk k an anaknya ke i n stitusi pendidikan, yakni sekolah. Sebagian besar orang menganggap bahwa sekolah merupakan institusi yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sekolah tidak dapat menjamin secara pasti terhadap kualitas hidup seseorang di masa mendatang. Berhasil atau tidaknya pendidikan tergantung dari bagaimana kemampuan sekolah mengelola karakteristik seseorang ...