Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

Menyontek sebagai Akar Budaya Korupsi

Tuntutan hidup mendorong manusia berlomba-lomba mencari harta. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika harta menjadi sesuatu yang ingin dimiliki oleh setiap orang. Berbagai cara pun ditempuh untuk memperolehnya, baik secara sportif maupun curang. Setiap individu memiliki definisi masing-masing tentang harta berdasarkan apa yang dianggap paling penting. Bagi peserta didik, harta dapat berupa nilai; sementara bagi koruptor, harta identik dengan uang. Ironisnya, cara-cara curang tersebut seakan telah membudaya dan dianggap sebagai hal yang biasa, bahkan lumrah. Salah satu bentuk kecurangan yang sering dianggap wajar adalah menyontek. Tidak sedikit orang yang menyebut menyontek sebagai “budaya” di Indonesia. Praktik ini terjadi di berbagai tingkat dan bidang, mulai dari ujian sekolah, ujian nasional, seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS), plagiarisme di perguruan tinggi, hingga peniruan budaya antarnegara yang masih hangat diperbincangkan di berbagai media. Memang, manusia memiliki kecende...